Terlalu Diam

Air yang diam… mengapa engkau diam..

Engkau semakin busuk dan tak ada yang berminat..

Tak Indah jika kau tak mengalir..

Masalah datang dan kau hanya diam..

 

Rasa sakit datang dan kau tetap diam..

Diam.. diam… tetap diam.. dan lagi – lagi hanya diam..

Hingga aku bosan.. duduk termenung disampingmu..

Melihatmu yang bertambah akan masalah..

Dan tumpukan kotoran yang semakin melimpah..

Air yang semakin  hitam.. semakin pekat.. semakin gelap,,

Dan bau yang semakin menyengat.. membuatku merontah rontah..

Bosan.. Jengkel.. menatapi engkau yg diam..

 

Bukan… Bukan karena tidak bisa…

Bukan.. itu bukan sabar..

Itu adalah ketakutan bercampur malas..

Air yang terdiam.. kau akan mengalir jika kau mencoba tuk melawan..

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: